Rematik sering disebut dengan rheumatismos, rheumatism, reumatik,
atau rematik, yang secara sederhana bisa diartikan sebagai kondisi
kerusakan sendi akibat tidak lancarnya proses perbaikan secara
terus-menerus dalam sendi tersebut. Keadaan tersebut akan semakin parah
dengan hadirnya cairan yang dianggap jahat (mukus) yang mengalir dari
otak sendi dan struktur lain di dalam tubuh. Karenanya, para ahli
kedokteran memasukkan penyakit ini dalam kelompok penyakit pada sendi
atau reumatologi. Dalam istilah kedokteran, rematik lebih sering disebut
dengan keadaan yang selain disertai rasa nyeri dan kaku pada sistem
tulang otot (muskuloskeletal) dan terjadi nya penyakit pada jaringan ikat (connective tisue). Bisa juga dikatakan sebagai penyakit yang menyerang sendi, otot, dan jaringan tubuh.
Gejala penyakit ini tidak hanya satu macam, tetapi bisa bermacam-macam, di antaranya :
- Nyeri sendi akibat mekanis, inflamasi, dan peradangan
- Kaku pada sendi akibat desakan suatu cairan di sekitar jaringan tubuh yang sedang mengalami peradangan
- Bengkak pada sendi yang sering ditandai dengan memerahnya kulit
- Gangguan fungsi sendi akibat sendi yang meradang
- Sendi tidak stabil karena trauma atau radang di bagian ligamen atau kapsul sendi
- Sendi berbunyi saat digerakkan
- Pengecilan otot atau atrofi yang pada akhirnya bisa menyebabkan fungsi sendi terganggu.
- Timbulnya tofi atau benjolan kecil di jaringan bawah kulit
- Perubahan fisik di bagian jari dan kuku
- Kelainan di bagian selaput lendir
- Fungsi penglihatan terganggu
- Mudah menangis
- Susah buang air besar
- Murung
- Gerakan tubuhnya menjadi lamban
- Aktivitas seksual suami-istri yang terganggu.
Mendiagnosis gejala tersebut secara mendalam bisa dilakukan
dengan cara memeriksa dan meneliti fisik orang yang diduga menderita,
yakni dengan memeriksa :
- Kulit dan kuku
- Tulang punggug dan lengkungan-lengkungan
- Gerakan setiap persendian
- Bagian siku, punggung tangan, tumit belakang, dan bagian sacrum (tulang duduk) tubuh
Agar lebih pasti, jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut
segeralah memeriksakan tubuh ke laboratorium. Di tempat ini biasanya
akan dilakukan analisis faktor reumatoid, antibodi antinuklear (ANA),
dan asam urat rendah. Saat ini, selain dari kepastian laboratorium,
kedokteran juga telah menemukan cara anallisis baru untuk mendeteksi
penyakit rematik, yaitu melalui diagnosis radiologik dan cairan sendi
dengan alat yang serba canggih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah mengunjungi artikel kami,semoga bermanfaat dan Bila ingin komentar silahkan komentar dengan sopan,.