Senin, 19 Januari 2015

Beragam Bahaya Kesehatan Bila Malas Bersihkan Karang Gigi

Beragam Bahaya Kesehatan Bila Malas Bersihkan Karang GigiManusia kadang cenderung suka menyusahkan dirinya sendiri, bagaimana tidak? Mereka sudah mengerti akan pentingnya menyikat gigi bagi kesehatan. Namun, pada kenyataannya, sebagian besar orang tidak menyikat gigi dengan baik dan benar. Akibatnya, timbul karang gigi yang sangat membahayakan bagi kesehatan mulut dan gigi. Karena itu, sangat penting melakukan kontrol secara rutin ke dokter gigi setiap 6-12 bulan sekali.
Ke dokter gigi itu jangan hanya ketika giginya sakit saja. Kontrol rutin harus dilakukan setiap 6-12 bulan sekali, salah satunya untuk membersihkan karang gigi yang sangat berbahaya jika dibiarkan, kata dokter gigi Mia Gracia di Jakarta.

Penyebab Dan Gejala Ginjal Bocor

Penyebab Dan Gejala Ginjal BocorPenyakit yang satu ini lebih dikenal dengan sebutan ginjal bocor, istilah bocor ginjal sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Istilah bocor ginjal mungkin diberikan oleh dokter yang mendiagnosis sindroma ini untuk memudahkan pemahaman.
Sindrom nefrosis bisa mengenai orang dewasa atau anak-anak. Pada anak-anak, gejala ini biasanya terjadi pada usia 3-4 tahun. Sebagian besar anak-anak ini menderita bentuk sindrom nefrosis yang disebut minimal change disease, penyakit dengan perubahan minimal. Kebocoran pada ginjal disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah kecil (glomeruli) di dalam ginjal yang memfiltrasi/menyaring kotoran dan kelebihan air dalam darah. Glomeruli yang sehat menjaga protein dalam darah (terutama albumin) yang dibutuhkan untuk memelihara jumlah cairan yang tepat dalam tubuh (dari penyerapan hingga pengeluaran) melalui urin. Jika rusak, glomeruli membiarkan jumlah protein dalam darah keluar dari tubuh melalui urin.

Sakit Kuning Pada penderita Kanker

Sakit Kuning Pada penderita KankerKetika hati merusak hemoglobin, zat yang membawa oksigen dalam Sel darah merah, ia memproduksi bilirubin, yang kemudian tergabung dengan empedu, menghasilkan warna kuning-hijau. Empedu disimpan di kantung empedu. Saat seseorang makan, kantung empedu menekan empedu keluar melalui saluran empedu ke usus di mana jenis makanan tertentu diserap. Empedu kemudian dikeluarkan melalui kotoran, dan bilirubin membantu memberi warna kecokelatan pada kotoran.
Jika bilirubin dibentuk di aliran darah, ini tertinggal di kulit dan mata, menjadikannya berwarna kuning. Kondisi ini dikenal sebagai sakit kuning (atau icterus). Bilirubin yang berlebihan ini, sebagaimana dikeluarkan di urin, mengernhkan warna urin. Jika bilirubin tidak mampu melewati usus, warna kotoran menjadi lebih terang.

Waspada Gejala Kanker Saluran Empedu

Waspada Gejala Kanker Saluran Empedukanker saluran empedu merupakan tumor ganas yang berasal dari saluran empedu yang berada di luar liver,area dinding liver hingga bagian bawah empedu. Letak tumor pada posisi tersebut menjadikan diagnosa kanker saluran empedu dibagi menjadi 2 kategori yaitu kanker saluran empedu bagian dalam liver dan kanker saluran empedu bagian luar liver.diantaranya kanker saluran empedu di luar liver dibagi lagi menjadi kanker saluran empedu bagian atas (kanker saluran empedu pada mulu liver),kanker saluran empedu bagian tengah dan bawah, namun kanker saluran empedu pada mulut liverlah yang paling jarang ditemui.
Gejala kanker saluran empedu

Nutrisi Untuk Penderita Kanker

Nutrisi Untuk Penderita KankerTidak hanya pengobatan, pasien penderita kanker juga butuh nutrisi yang mencukupi. Nutrisi ini penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, terapi, dan mencegah kanker kambuh kembali.
Kanker dan pengobatannya dapat mempengaruhi status nutrisi pasien. Bila intake nutrisi tidak terpenuhi dapat mengakibatkan stress emosi karena makanan sebagai suatu fungsi dasar tubuh dan berdampak pada aktivitas sosial. Ketidakmampuan makan atau kesulitan makan dapat mengakibatkan mempengaruhi fisik dan psikologis pada individu dengan kanker dan keluarga. Adanya penurunan berat badan pada sebagian pasien telah ditemukan pada diagnosa 2/3 pasien pada penderita kanker lanjut. Penurunan BB mempunyai pengaruh negative pada kemampuan untuk mentoleransi pengobatan kanker dan berhubungan dengan penurunan kelangsungan dan kualitas hidup. Menurut National Kanker Institute, 1/3 pasien kanker meninggal dikarenakan malnutrisi. Pengkajian status nutrisi dini dan intervenmsi diperlukan asuhan keperawatan kanker.